Teknik kontrol
Teknik Kontrol yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Mengurangi fisik tuntutan tugas bekerja melalui bantuan mekanik.
Mengontrol panas pada sumbernya melalui penggunaan insulasi dan
hambatan reflektif (misalnya mengisolasi
dinding tungku).
Pembuangan udara panas dan uap yang dihasilkan dari operasi.
Mengurangi suhu dan kelembaban melalui pendingin udara.
Menyediakan keren, area kerja berbayang.
Menyediakan AC.
Meningkatkan gerakan udara jika suhu kurang dari 35 °C.
2.Teknik administratif
Teknik administratif yang dapa dilakukan adalah sebagai berikut :
·
Pengusaha harus menilai
tuntutan semua pekerjaan dan memiliki pengawasan dan pengendalian strategi di tempat selama
berhari-hari panas dan tempat kerja panas.
·
Meningkatkan frekuensi dan
panjang istirahat.
·
Menyediakan air minum dingin
di dekat pekerja dan mengingatkan mereka untuk
minum secangkir setiap 20 menit.
·
Menghindari sinar matahari
langsung.
·
Menetapkan pekerja tambahan
atau memperlambat kecepatan kerja.
·
Pastikan setiap orang
diaklimatisasi.
·
Melatih pekerja untuk
mengenali tanda-tanda dan gejala stres panas dan memulai “buddy sistem” karena orang tidak mungkin
untuk melihat gejala mereka sendiri.
·
Pekerja hamil dan pekerja
dengan kondisi medis harus mendiskusikan bekerja di panas dengan dokter mereka.
·
Pertolongan Pertama
responden harus tersedia dan rencana tanggap darurat harus di tempat di terjadi penyakit yang
berhubungan dengan panas.
·
Selidiki apapun terkait
insiden panas.
3.Pakaian Pelindung
·
Pakaian pelindung yang dapat
digunakan :
·
Pakaian musim panas harus
dipakai untuk memungkinkan pergerakan udara bebas dan penguapan keringat.
·
Outdoor, mengenakan pakaian
berwarna terang.
·
Dalam situasi panas pancaran
tinggi, pakaian reflektif dapat membantu.
·
Untuk lingkungan yang sangat
panas, udara, air atau didinginkan diisolasi pakaianes
·
harus
·
dipertimbangkan.
·
Penghalang
·
uap
·
pakaian,
·
seperti
·
pakaian
·
pelindung
·
kimia,
·
sangat
·
meningkatkan
·
jumlah stres panas pada tubuh.
·
Pendahuluan
Kemampuan manusia
beradaptasi dengan temperatur
lingkungan secara umum dilihat dari
perubahan suhu tubuh.
Manusia dianggap mampu
beradaptasi dengan perubahan
temperatur lingkungan bila
tidak perubahan suhu
tubuh tidak terjadi
atau perubahan suhu
tubuh yang terjadi
masih pada rentang
yang aman. Sebagaimana
diketahui bahwa suhu tubuh
atau core body temperature harus berkisar antara 37°C – 38°C.
Apabila suhu lingkungan tinggi (lebih tinggi daripada suhu tubuh
normal), maka akan menyebabkan
terjadinya peningkatan suhu tubuh karena
tubuh menerima panas dari lingkungan.
Sedangkan hal yang sebaliknya
terjadi, yaitu bila suhu lingkungan
rendah (lebih rendah
daripada suhu tubuh
normal), maka panas
tubuh akan keluar
melalui evaporasi dan ekspirasi
sehingga tubuh dapat mengalami
kehilangan panas. Fenomena
interaksi tubuh manusia dengan temperatur lingkungan disebut dengan heat
stress.
Heat Stress
Heat stress adalah gejala akibat
tubuh tidak mampu menyesuaikan panas dengan keadaan lingkungan sekitar. Ketika panas
bersamaan dengan stres akibat tekanan kerja,
kekurangan cairan, kondisi medis lainnya, kondisi
ini akan menimbulkan
penyakit dan dapat mengakibatkan kematian. Heat stress dapat
dialami siapa saja, terlebih saat musim panas. Heat stress dapat terjadi di
banyak lingkungan kerja seperti pembakaran,
kitchen, dll. Untuk lingkungan kerja di luar ruangan, sumber
utama panas berasal dari radiasi sinar
matahari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar