Bakteri Gram Positif dan
Gram Negatif
Bakteri dapat
diklasifikasikan berdasarkan metoda pewarnaan gram menjadi 2 kelompok besar,
yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Pewarnaan ini
membedakan bakteri berdasarkan karakteristik fisik dan kimia dinding
sel-nya. Pewarnaan Gram meliputi 3 proses utama, yaitu pengecatan dengan
kristal violet, dekolorisasi (penghapusan warna)dengan etil alkohol atau
aseton, kemudian counterstaining atau pemberian pewarna
kontras menggunaan air fukhsin.
bakteri gram
positif
bakteri gram
negatif
Pada awal pengecatan,
semua bakteri akan berwarna ungu, proses dekolorisasi dan pemberian warna
kontraslah yang membedakan antara kedua jenis bakteri ini. Bakteri gram positif
akan menunjukkan warna ungu karena memiliki lapisan peptidoglikan tebal yang
menahan kristal violet selama pengecatan gram.Sedangkan pada bakteri gram
negatif akan berwarna merah akibat tipisnya dinding peptidoglikan sehingga
kristal violet terbuang selama proses dekolorisasi dan pemberian air fukhsin
akan mengecat bakteri gram negatif menjadi merah.
Pewarnaan Gram
- Reagen
- Kristal violet (pewarnaan primer)
- Larutan lugol (untuk memfiksasi kristal violet di dinding sel)
- Etil alcohol,aseton, alcohol 96% (untuk dekolorisasi)
- Air fukhsin atau Safranin (pewarnaan kontras)
- Air
- Langkah kerja
- Suspensi kuman ( biakan kuman dalam tetesan garam fisiologis) disebarkan setipis mungkin dan melingkar diatas glass deck.
- Biarkan mengering atau dapat dihangatkan di atas api.
- Fiksasi suspensi dengan dilewatkan diatas api 3 kali.
- Warnai kuman dengan kristal violet selama 5 menit.
- Bersihkan kristal violet yang tidak terikat dengan bilasan air yang lembut (jangan melebihi 5 detik).
- Beri larutan lugol, biarkan selama 1 menit untuk memfiksasi kristal violet).
- Buang larutan lugol, bilas dengan etil alcohol atau alkohol 96% secara lembut hingga tidak ada zat warna yang mengalir lagi.Pada tahap ini bakteri gram negative akan tampak tidak berwarna ungu lagi.Sedangkan bakteri gram positif tetap berwarna ungu.
- Bilas sampel dengan air, dan beri pewarnaan kontras dengan air fukhsin selama 1-2 menit. Bakteri gram positif tetap berwarna ungu dan bakteri gram negative akan menjadi merah akibat pewarnaan kontras.
- Cuci sampel dan periksa dengan mikroskop.
Karakteristik bakteri
gram positif :
- Memiliki cytoplasmic lipid membrane
- Memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal
- Terdapat asam teichoic dan lipoid yang membentuk lapisan asam lipoteichoic yang berguna untuk chelating agen dan untuk adhesi tipe tertentu.
- Beberapa spesies memiliki kapsul polisakarida
- Beberapa spesies memiliki flagellum
- Jika terdapat akan diperkuat oleh 2 cincin, berbeda dengan bakteri gram negative yang flagellumnya diperkuat oleh 4 cincin.
Karakteristik bakteri
gram negative :
- Memiliki Cytoplasmic membrane
- Lapisan peptidoglikan tipis
- Memiliki membran tambahan diluar lapisan peptidoglikan yang dipisahakan oleh spasium periplasmik.
- Membran luar terdiri atas Lipopolisakarida (LPS) yang tersusun oleh lipid A, inti polisakarida, antigen O
- Terdapat porin di membran luar sebagai pori-pori untuk molekul tertentu.
- Memiliki S-layer (Surface layer) yang melekat langsung pada membran luar.
- Jika memiliki flagella, maka akan disokong oleh 4 buah cincin.
- Tidak memiliki asam teichoic ataupun asam lipoteichoic.
- Lipoprotein merekat pada polisakarida.
- Kebanyakan tidak mengalami sporulasi.
Beberapa perbedaan sifat
yang dapat dijumpai antara bakteri gram positif dan bakteri gram negative
adalah sebagai berikut :
|
Pembeda
|
Bakteri gram positif
|
Bakteri gram negatif
|
|
Dinding sel :
Lapisan peptidoglikan
Kadar lipid
|
lebih tebal
1-4 %
|
lebih tipis
11-22%
|
|
Resistensi terhadap
alkali (1% KOH)
|
tidak larut
|
larut
|
|
Kepekaan terhadap
Iodium
|
lebih peka
|
kurang peka
|
|
Toksin yang dibentuk
|
eksotoksin
|
endotoksin
|
|
Resistensi terhadap
tellurit
|
lebih tahan
|
lebih peka
|
|
Sifat tahan asam
|
ada yang tahan asam
|
tidak ada yang tahan
asam
|
|
kepekaan terhadap
penisilin
|
lebih peka
|
kurang peka
|
|
kepekaan terhadap
streptomisin
|
tidak peka
|
peka
|
Bakteri gram positif
memiliki lapisan petidoglikan yang tebal tetapi tidak memiliki membranluar.
Sedangkan pada bakteri gram negative, lapisan peptidoglikan tipis dan memilki
membran luar yang tersusun atas Lipopolisakarisa (LPS) dan protein.
Bakteri Gram Positif
Berdasarkan klasifikasi
phyla bakteri yang asli, bakteri gram positif termasuk dalam filum Firmicutes.
Didalamnya terdapat kelompok- kelompok bakteri yang sudah banyak dikenal, yaitu
:
· Staphylococcus
· Streptococcus
· Enterococcus
· Bacillus
· Corynebacterium
· Nocardia
· Clostridium
· Actinobacteria
· Listeria
Bakteri Gram
Negatif
Bakteri gram negatif
termasuk dalam divisi Gracillicutes. Proteobacteria adalah
grup mayor dalam kelompok bakteri gram negatif.Jenis-jenisnya yaitu :
· Enterobacteriaceae
o Escherichia Coli
o Salmonella
o Sigella
· Pseudomonas
· Moraxella
· Helicobacter
· Stenotrophomonas
· Bdellovibrio
· Bakteri asam asetat
· Legionella
· Alpha-proteobacteria
o Wolbachia
· Cyanobacteria
· Spirochaeta
· green sulfur & green non-sulfur bacteria.
Perbedaan
Perbedaan dasar antara
bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya.Kompleks
zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram
positif,sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif
dengan pencucian alkoholmemungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif
memiliki membran tunggal yang dilapisipeptidohlikan yang tebal (25-50nm)
sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3nm).
|
No
|
Sifat
|
Positif
|
Negatif
|
|
1
2
3
4
5
|
Komposisi
dinding sel
Ketahanan
terhadap penisilin
Penghambat
warna basa
Kebutuhan
nutrient
Ketahanan
terhdap perlakuan fisik
|
KandunganLipid
rendah
Lebih
sensitive
Lebih
dihambat
Kompleks
Lebih
tahan
|
Lebih
tinggi
Lebih
tahan
Kurang
di hambat
Relative
sederhana
Kurang
tahan
|
Genus bakteri yang
termasuk gram negatif adalah
Enterobactericeae,
Salmonella spp, Shigellaspp, E. Coli, Yersinia enterolitica
. Sedangkan bakteri
gram positif adalah
Staphylococci,
Streptococci,Enterococci, Clostridium, Bacillus
Reagen-reagen yang
digunakan dalam pengecatan gram adalah:
1. Larutan violet
kristal hucker (1 tetes) sebagai cat utama yang akan diikat oleh peptidoglikan
bakteri.
2. Iodin (1 tetes)
sebagai mordan untuk mengintensifkan cat utama
3. Ethanol 95%
(secukupnya sampai cat utama luntur), sebagai bahan peluntur untukk melunturkan
catutama
4. Safranin (1 tetes)
sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan
warnacat utamanya
Pada saat pemberian
larutan cat kristal violet, bakteri gram positif dan negatif sama-sama berwarna
ungu. Saat ditetesi iodin, pada gram positif terbentuk kompleks iodin kristal
violet sehingga sel berwarna biru, demikian juga gram negatif. Namun setelah
pencucian dengan etanol warna ungu yang diikat oleh bakteri gram negatif
luntur, sedangkan pada bakteri gram negatif tidak. Pada gram negatif lemak
terekstraksi dari dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks violet
kristal-iodinkeluar sel, sedangkan pada gram posotif dinding sel dehidrasi,
pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin
terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap
biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri gram negatif mengikatnya sedangkan
gram negatif melewatkannya.Bakteri
gram-positif
adalah bakteri yang
mempertahan kanzat warna metil ungu sewaktu proses pewarnaan Gram. Bakteri
jenis ini akan berwarna biru atau ungu di bawahmikroskop, sedangkan bakteri gram-negatif
akan berwarna merah atau merah muda. Perbedaan klasifikasi antara kedua jenisbakteri
ini terutama didasarkan pada perbedaan strukturdinding selbakteri.Bakteri
gram-negatif
adalah bakteri yang
tidak mempertahan kanzat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif
akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara
bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil
ungu, yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah
muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipebakteri ini
berdasarkan perbedaan struktur dinding selmereka.Banyak spesies bakteri
gram-negatif yang bersifat patogen, yang berarti mereka berbahaya bagi organism
inang. Sifat patogen ini umumnya berkaitan dengan komponen tertentu pada
dinding selgram-negatif, terutama lapisanlipopolisakarida(dikenal juga dengan
LPS atauendotoksin)
KEMOTERAPI DAN
ANTIMIKROBA LAIN
Kemoterapi adalah
tindakan/terapi pemberian senyawa kimia (obat) untuk mengurangi, menghilangkan
atau menghambat pertumbuhan parasit atau mikroba di tubuh hospes (pasien).
Antimikroba adalah obat
pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia.
Penggolongan
antimikroba dan kemoterapi
Kemoterapi dan antimikroba
lain dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Antimikroba untuk
tuberkulosa / obat tb
2. Antimikroba untuk
virus/ anti virus
3. Kemoterapi untuk
kanker/ obat kanker
Kemoterapi
golongan antiamuba
Berdasarkan tempat
kerjanya, antiamuba yang dipasarkan di Indonesia adalah antiamuba yang bekerja
pada lumen usus dan jaringan yaitu metronidazol dan turunannya.
Kemoterapi
golongan antelmintik / obat cacing
Antelmintik atau obat
cacing ialah obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dalam
lumen usus atau jaringan tubuh.
Kebanyakan obat cacing
efektif terhadap satu macam kelompok cacing, sehingga diperlukan diagnosis
dengan menemukan cacing, telur cacing dan larva dalam tinja, urin, sputum,
darah atau jaringan lain penderita.
Kebanyak obat cacing
diberikan secara oral, pada saat makan atau sesudah makan.
Kemoterapi
golongan antimalaria / obat malaria
Secara klinis ada tiga
macam penyakit malaria. Malaria tropika yang disebabkan oleh P.falciparum yang
cenderung menjadi akut, tetapi bila cepat diobati, hasil pengobatannya
memuaskan.
Malaria tersiana yang
disebabkan oleh P. vivax, yang cenderung menjadi kronis. Dan malaria kuartana
yang disebabkan oleh P.malaria dan terdapat banyak di Afrika.
Kemoterapi
golongan antifungal / obat jamur
Secara umum infeksi
jamur dibedakan atas infeksi jamur sistemik/dalam tubuh dan infeksi jamur
topikal/kulit. Akan tetapi dalam pengobatannya, ada obat jamur bisa digunakan
baik sistemik maupun kulit.
Kemoterapi
golongan filarisida
Berdasarkan sifat
toksisitas selektif, ada antimikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan
mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakteriostatik, dan ada yang bersifat
membunuh mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakterisid.
Pemusnahan mikroba
dengan antimikroba yang bersifat bakteriostatik masih tergantung dari
kesanggupan reaksi daya tahan tubuh hospes/pasien. Peranan lamanya kontak
antara mikroba dengan antimikroba dalam kadar efektif juga sangat menentukan
untuk mendapatkan efeknya, khususnya pada tuberkulosa.
Kemoterapi tidak dibatasi
dengan penggunaan satu obat. Biasanya kemoterapi berupa kombinasi dari obat
yang bekerja bersama khususnya untuk membunuh sel kanker.
Mengkombinasikan obat
yang memiliki mekanisme aksi yang berbeda saat di dalam sel dapat meningkatkan
pengrusakan dari sel kanker dan mungkin dapat menurunkan resiko perkembangan
kanker yang resisten terhadap salah satu jenis obat.
Dokter akan
merekomendasikan obat kombinasi yang telah teruji pada manusia dengan kondisi
yang sama dan telah memperlihatkan efek terhadap tipe kanker tertentu.
Untuk pemilihan
antimikroba dan kemoterapi yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada
baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.
Di apotik online
medicastore anda dapat mencari obat untuk kemoterapi atau antimikroba lain yang
telah diresepkan dokter secara mudah dengan mengetikkan di search engine
medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat sesuai kebutuhan anda.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA
Antimikroba (AM) ialah
obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia. Dalam
pembicaan di sini, yang dimaksud dengan mikroba terbatas pada jasad renik yang
tidak termasuk kelompok parasit.
Antibiotik ialah zat
yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau
dapat membasmi mikroba jenis lain. Banyak antibiotik dewasa ini dibuat secara
semisintetik atau sintetik penuh. Namun dalam praktek sehari-hari AM sintetik
yang tidak diturunkan dari produk mikroba (misalnya sulfonamida dan kuinolon)
juga sering digolongkan sebagai antibiotic.
Kegiatan antibiotika
untuk pertama kalinya ditemukan oleh sarjana Inggris dr. Alexander Flemming
pada tahun 1928 (penisilin). Tetapi penemuan ini baru diperkembangkan dan
dipergunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh dr.Florey (Oxford). Kemudian
banyak zat lain dengan khasita antibiotik diisolir oleh penyelidik-penyelidik
di seluruh dunia, akan tetapi berhubung dengan sifat toksisnya hanya beberapa
saja yang dapat digunakan sebagai obat.
Masa perkembangan
kemoterapi antimikroba sekarang dimulai pada tahun 1935, dengan penemuan
sulfonamida. Pada tahun 1940, diperlihatkan bahwa penisilin, yang ditemukan
pada tahun 1929, dapat dibuat menjadi zat kemoterapi yang efektif. Selama 25
tahun berikutnya, penelitian kemoterapi sebagain besar berpusat sekitar zat antimikroba
yang berasal dari mikroorganisme, yang dinamakan antibiotika.
Suatu zat antimikroba
yang ideal memiliki toksisitas selektif. Istilah ini berarti bahwa suatu obat
berbahaya bagi parasit tetapi tidak membahayakan inang. Seringkali, toksisitas
selektif lebih bersifat relatif dan bukan absolut; ini berarti bahwa suatu obat
yang pada konsentrasi tertentu dapat ditoleransi oleh inang, dapat merusak
parasit. Antibiotika yang ideal sebagai obat harus memenuhi syarat-syarat
berikut:
1.
Mempunyai kemampuan untuk mematikan atau
menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang luas (broad spectrum antibiotic)
2.
Tidak menimbulkan terjadinya resistensi
dari mikroorganisme pathogen
3.
Tidak menimbulkan pengaruh samping (side
effect) yang buruk pada host, seperti reaksi alergi, kerusakan syaraf, iritasi
lambung, dan sebagainya
4.
Tidak mengganggu keseimbangan flora yang
normal dari host seperti flora usus atau flora kulit.
Kemoterapeutika dapat
melakukan aktivitasnya lewat beberapa mekanisme, terutama dengan penghambatan
sintesa materi penting dari bakteri, misalnya:
Dinding sel :
sintesanya terganggu sehingga dinding menjadi kurang sempurna dan tidak tahan
terhadap tekanan osmotis dari plasma dengan akibat pecah. Contohnya : kelompok
penisilin dan sefalosporin.
Membran sel : molekul
lipoprotein dari mambran plasma (di dalam dinding sel) dikacaukan sintesanya,
hingga menjadi lebih permeable. Hasilnya, zat-zat penting dari isi sel dapat
merembas keluar. Contohnya : polipeptida dan polyen (nistatin, amfoterisin) dan
imidazol (mikonazol, ketokonazol, dan lain-lain).
Protein sel :
sintesanya terganggu, misalnya kloramfenikol, tetrasiklin, aminoglikosida, dan
makrolida.
Asam-asam inti (DNA,
RNA) : rifampisin (RNA), asam nalidiksat dan kinolon, IDU, dan asiklovir (DNA).
Antagonisme saingan.
Obat menyaingi zat-zat yang penting metabolisme kuman hingga pertukaran zatnya
terhenti, antara lain sulfonamida, trimetoprim, PAS, dan INH.
Mekanisme kerja anti
mikroba
Anti mikroba mempunyai
mekanisme kerja utama ada lima cara antara lain sebagai berikut:
1. Pengin-aktifan enzim
ttertentu
Pengin-aktifan enzim
tertentu adalah mekanisme umum dari senyawa antiseptika dan desinfektansia,
seperti turunan aldehida, amida, karbanilida, etilen-oksida, halogen,
senyawa-senyawa merkuri dan senyawa ammonium kuarterner.
2. Denaturasi protein
Turunan alcohol,
halogen, dan halogenator, senyawa merkuri, per-oksida, turunan fenol dan
senyawa ammonium kuarterner bekerja sebbagai antiseptika dan desinfekstan
dengan cara denaturasi dan konjugasi protein sel bakteri.
3. Mengubah
permebilitas memmbran sitoplasma bakteri.
Cara ini adalah model
kerja dari turunan amin dan guanidin, turunan fenol dan senyawa-senyawa
tersebut dapat menyebabkan bocornya konstituen sel yang essensial, sehingga
bakteri mengalami kematian.
4. Intekalasi ke dalam
DNA
Beberapa zat warna
seperti turunan trifenilmetan dan turunan akridin, bekerja sebagai antibakteri
dengan mengikat secara kuat asam nukleat, menghambat sintesa DNA dan
menyebabkan perubahan kerangka mutasi pada sintesis protein.
5. Pembentukan khelat
beberapa turunan fenol,
seperti heksokloroform dan oksikuinolin dapat membentuk khelat dengan ion Fe
dan Cu, kemudian bentuk khelat tersebut masuk ke dalam sel bakteri. Kadar yang
tinggi dari ion-ion logam di dalam sel menyebabkan gangguan fungsi enzim-enzim,
sehingga mikroorganismenya mengalami kematian.
6. Bersifat sebagai
antimetabolit
AM bekerja memblok
tahap metabolik spesifik mikroba, seperti pada sulfonamida dan trimetropin.
Sulfonamida menghambat pertumbuhan sel dengan menghambat sintesis asam folat
oleh bakteri. Sulfonamide secara struktur mirip dengan asam folat, para amino
benzoic acid (PABA), dan bekerja secara kompetitif untuk enzim-enzim yang
langsung mempersatuakan PABA dan sebagian pteridin menjadi asam dihidropteorat.
Trimetropin secara
struktur analog pteridin yang dibagi oleh enzim dihidrofolat reduktase dan
bekerja sebagai penghambat kompetitif enzim tersebut yang dapat mengurangi
dihidrofolat menjadi tetra-hidrofolat.
7. Penghambatan
terhadap sintesa dinding sel.
Antiemetika golongan
ini dapat menghambat sintesis atau menghambat aktivitas enzim yang dapat
merusak dinding sel mikroorganisme. Yang termasuk kelompok ini antara lain:
penisilin, sefa losporin, vankomisin, sikloserin, basitrain. Penisilin yang
bekerja sebagai analog struktur D-alanil-D-alanin yang menempati tempat dari
enzim transpeptidase yang menimbulkan crosslink antara bagian dinding sel
mikroorganisme (bakteri). Penisilin dapat menghambat pembentukan cross-link
tsb.
8. Penghambatan fungsi
permeabilitas membran sel.
Disini anti mikroba
bekerja secara langsung pada membran sel yang mempengaruhi permeabilitas dan
menyebabkan keluarnya senyawa intraseluler mikroorganisme (bakteri). Dalam ini
antimikroba dapat: (1) berinteraksi dengan sterol membran sitoplasma pada sel jamur
seperti Amfoterisin B dan Nistatin, (2) merusak membran sel bakteri gram
negativ, misalnya polimiksin, dan kolistin.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar