ALAT PENGECAP
Mata
Kuliah : ANATOMI FISIOLOGI
DI
SUSUN OLEH :
KELOMPOK
1
YAYAN NURLIAN : 111510379
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT dengan segala kerendahan
hati penulis bersyukur telah diberi kemudahan dan kelancaran dalam
menyelesaikan tugas makalah ini sebagaimana yang diharapkan.
Dengan adanya makalah tentang “ Alat Pengecap ” penulis berharap dapat membantu teman – teman dalam
mengetahui apa sebenarnya alat pengecap pada manusia, apa-apa
saja bagian dari lidah dan fungsi dari alat pengecap itu sendiri.
Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari yang diharapkan,
oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan. Akhirnya besar harapan semoga makalah ini dapat digunakan sesuai
dengan fungsinya.
Pontianak, Mei
2012
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Panca indera adalah organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis
rangsangan tertentu. Serabut saraf yang melayaninya merupakan alat perantara
yang membawa kesan rasa ( sensory impression ) dari organ indera ke otak, di
mana perasaan itu di tafsirkan. Beberapa kesan rasa timbul dari luar , seperti
sentuhan , pengecapan, penglihatan, penciuman
dan suara.
Dalam segala hal , serabut saraf-saraf sensorik di
lengkapi dengan ujung-khusus-akhir guna mengumpulkan rangsangan perasaan yang
khas itu, di mana setiap organ berhubungan.
Dalam makalah ini akan kami bahas lebih detail tentang alat pengecap yaitu
lidah, di mana kita tahu tanpa alat pengecap tersebut kita tidak akan bias
merasakan asin, manis, pahit pada makanan yang sudah kita makan. Dengan begitu
kita harus bisa lebih mengenal apa
sebenarnya yang ada atau terdapat dalam lidah itu sehingga kita bisa menikmati
makanan yang kita makan.
- Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai
berikut :
1. Mengetahui
apa itu alat pengecap pada manusia
2. Dapat
mengenal apa-apa saja atau bagian yang
terdapat pada alat pengecap
3. Mengetahui
fungsi dari alat pengecap
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lidah
Lidah manusia adalah struktur berotot yang terletak
pada bagian lantai mulut yang digunakan untuk berbicara, makan dan mencicipi
rasa. Lidah manusia di lengkapi dengan tunas-tunas pengecap yang bisa
mendeteksi zat kimia di dalam makanan dan minuman.
Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan
indera penciuman untuk mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak
sehingga manusia bisa merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan
di konsumsi.
Pada hakikatnya, lidah mempunyai hubungan yang
sangat erat dengan indera pengecap. Dalam bahasa kedokteran, lidah (dan semua
yang menyangkut lidah) disebut Lingual. Lidah sebetulnya adalah kumpulan dari
banyak otot. Dilihat dari ukurannya, otot lidah termasuk otot yang paling kuat
pada tubuh kita. Otot-otot ini memiliki arah yang berbeda-beda, itu sebabnya
lidah kita sangat fleksibel dalam bergerak ke segala arah. Lidah sebagian besar
terdiri dari dua kelompok otot yaitu otot intrinsik dan otot ekstrinsik. Otot
intrinsik lidah melakukan semua gerakan halus, sementara otot ekstrinsik
mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitar serta melaksanakan gerakan kasar
yang sangat penting pada saat mengunyah
dan menelan. . Otot intrinsic juga membuat kita mampu mengubah-ubah bentuk
lidah (memanjang, memendek, membulat), sedangkan otot ekstrinsik lidah membuat
lidah dapat bergerak mengelilingi rongga mulut dan faring. Lidah mengaduk-aduk
makanan , menekannya pada langit-langit dan gigi, dan kemudian mendorongnya ke
farinx.
Lidah terletak pada dasar mulut, sementara pembuluh
darah dan urat saraf masuk dan keluar melalui akarnya. Ujung serta pinggiran
lidah bersentuhan dengan gigi-gigi bawah , sementara dorsum merupakan permukaan
melengkung pada bagian atas lidah. Apabila lidah di gulungkan kebelakang , maka
tampaklah permukaan bawahnya yang di sebut frenulum linguae , sebuah struktur
ligamen halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada dasar mulut. Bagian
anterior lidah bebas tidak terkait. Dila di julurkan, maka ujung lidah
meruncing dan bila terletak tenang di dasar mulut, maka ujung lidah berbentuk
bulat.
B. Bagian-bagian dari Lidah
Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah
manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang
baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil
pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis
asam, pahit dan asin.
Secara garis besar lidah dapat terbagi menjadi 2
bagian yaitu 2/3 depan (yang disebut apeks) dan 1/3 belakang (yang disebut
dorsum). Bagian depan lidah sangat fleksibel dan bekerja sama dengan gigi dalam
pengucapan huruf-huruf. bagian tersebut juga membantu untuk menggerakkan
makanan ke segala arah saat sedang mengunyah. Lidah juga mendorong makanan
kembali ke permukaan kunyah gigi sehingga gigi dapat menggilasnya. Bagian
belakang lidah juga penting untuk pengunyahan. Begitu makanan sudah halus dan
tercampur dengan saliva (air liur), atau pada saat meludah, otot-otot belakang
lidah bekerja. Otot tersebut bersama-sama air liur mengangkat dan mendorong
makanan memasuki esofagus, yaitu “pipa” yang menghubungkan tenggorokan dengan
perut.
Meski dapat bergerak bebas, lidah terikat ke dasar
mulut. Coba lihat ke cermin dan angkat lidah Anda, akan terlihat selapis tipis
jaringan (yang dalam bahasa kedokteran disebut frenulum ) yang menghubungkan
lidah ke dasar mulut.Bila kita meliahat juga di cermin bahwa permukaan dari
lidah kita tidak rata. Hal ini disebabkan karena permukaan lidah bagian depan
tertutup oleh selapis tonjol-tonjol yang disebut papillae.
Ada 4 jenis papillae, yaitu :
1. Papillae sirkumvalata,
ada delapan hingga dua belas buah dari jenis ini yang terletak pada bagian
dasar lidah. Pappilae sirkumvalata adalah jenis pappilae yang terbesar dan
masing-masing di kelilingi semacam lekukan seperti parit . pappilae ini
terdudun berjejer membentuk huruf V pada belakang lidah.
2. Pappilae fungiformis,
menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah dan berbentuk jamur.
3. Pappilae filiform,
adalah yang terbanyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah. Organ ujung
untuk pengecapan adalah putting-putting pengecap yang sangat banyak terdapat
dalam dinding pappilae sirkumvalata dan fungiforum. Pappilae filiform lebih
berfungsi untuk menerima rasa sentuh daripada rasa pengecapan yang sebenarnya.
Selaput lendir langit-langit dan farinx juga bermuatan putting-putting
pengecap.
4.
Pappilae
Vallatae, sebagai pembantu memegang makanan saat terjadi
proses pengunyahan.
papillae terbesar, ada di cekungan berbentuk V di
1/3 lidah bagian belakang. Semua papilla tersebut memiliki kuncup pengecap,
kecuali papilla vallatae yang hanya berfungsi untuk membantu “memegang”
makanan). Selain berfungsi sebagai kuncup pengecap, Manusia terlahir dengan
kurang lebih 10.000 kuncup pengecap. Namun seiring dengan bertambahnya usia,
sebagian kuncup pengecapnya mengalami atrofi /mati. Kuncup pengecap dapat
membuat kita dapat menentukan apakah suatu makanan berasa manis, asam, pahit
atau asin.
C. Mekanisme kerja lidah
Tiap kuncup pengecap tersusun dari sel-sel yang
memiliki rambut berukuran mikro yang sensitif, disebut mikrovilli.
Rambut-rambut super mini ini pada saat berkontak dengan makanan akan
mengirimkan pesan ke otak, lalu otak akan menerjemahkan sinyal yang diberikan
tersebut dan menentukan rasa dari makanan yang kita makan.
Ada beberapa hal yang dapat membuat reseptor kuncup
pengecap menjadi kurang sensitif. Bila kita mengemut es batu sebelum makan,
dinginnya es dapat membuat kuncup pengecap menjadi kurang sensitif. Begitu juga
kalau lidah kita terkena makanan yang terlalu panas, dapat menyebabkan ‘tongue
burning’ dan biasanya baru akan pulih dalam 1-2 hari. Lidah yang kebersihannya
tidak terjaga juga dapat menyebabkan kesensitifan lidah berkurang, karena
banyaknya plak yang terkumpul di permukaan lidah. Selain itu, produksi air liur
yang berkurang dan menyebabkan keadaan mulut kering (xerostomia) juga membuat
lidah tidak bekerja maksimal.
Saat kita terkena influensa, biasanya makanan apapun
terasa hambar. Itu karena lidah tidak bekerja sendirian. Proses pengecapan rasa
tidak hanya digawangi oleh lidah tapi juga dibantu oleh hidung. Hidung membantu
untuk pengecapan makanan dengan membauinya sebelum makanan dikunyah dan
ditelan. Bau yang kuat dari suatu makanan dapat mempengaruhi kuncup pengecap.
Secara skema dapat ditulis bahwa makanan dan minuman
merangsang ujung2 syaraf2 pengecap yg terdapat di papilla ( rangsang diteruskan
ke otak, otak memproses dan kita merasakan berbagai rasa pada makanan ).
Tetapi tidak seperti kelenjar saliva yang “istirahat”
pada saat kita tidur sehingga produksi saliva menurun, lidah tetap beraktivitas
meskipun kita sedang tidur. Lidah mendorong saliva ke tenggorokan supaya bisa
ditelan. Hal ini menguntungkan, karena kalau tidak di bantal akan terbentuk
pulau-pulau besar setiap kali kita tidur.
D.
Fungsi
Lidah
Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa
fungsi lidah itu sendiri adalah sebagai berikut :
- Untuk mengatur makanan di dalam mulut agar tercampur dengan air liur dan terkunyah dengan baik.
- Membantu menelan makanan.
- Membantu mengucapkan kata-kata
E.
Kelainan pada Lidah
Kepekaan indra pengecap (lidah) setiap orang
dalam hal menerima rangsang rasa berbeda-beda. Salah satunya disebabkan oleh
kebiasaan. Misalnya, orang yang biasa makan makanan
pedas, kepe-kaan lidahnya terhadap rasa pedas berbeda dengan orang yang
jarang makan makanan pedas. Jika kita makan terlalu panas, terlalu
pedas, terlalu asin, atau terlalu asam, maka kepekaan lidah kita akan
terganggu. Gangguan ini hanya
bersifat sementara. Oleh karena itu, sebaiknya kita makan makanan yang tidak terlalu panas, tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu asam. Fungsi lidah juga dapat terganggu jika lidah terserang sariawan. Sariawan adalah sejenis infeksi jamur yang berupa bintik-bintik putih agak menye-rupai sisa-sisa susu pada lidah, langit-langit mulut, dan gusi. Penyakit ini disebabkan kekurangan vitamin C.
bersifat sementara. Oleh karena itu, sebaiknya kita makan makanan yang tidak terlalu panas, tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu asam. Fungsi lidah juga dapat terganggu jika lidah terserang sariawan. Sariawan adalah sejenis infeksi jamur yang berupa bintik-bintik putih agak menye-rupai sisa-sisa susu pada lidah, langit-langit mulut, dan gusi. Penyakit ini disebabkan kekurangan vitamin C.
Kelainan pada lidah adalah kanker lidah. Penyebab
kanker lidah salah satunya rokok, jangan remehkan asap rokok. Asap yang lama
mengepul di rongga mulut dan terkena lidah bisa memicu kanker lidah. penyebab
terbesar terjadinya kanker lidah karena merokok, terutama yang lebih dari 2 pak
per hari. Risiko tersebut akan meningkat jika mengonsumsi alkohol. Penyebab
lainnya karena tambalan atau gigi yang tajam yang menimbulkan trauma pada
lidah. Asap rokok yang mengumpul di rongga mulut ternyata memicu kanker. Lidah
bisa mengering karena paparan asap rokok. Gejala: pada stadium awal, kanker
lidah ditandai dengan lesi atau kelainan prakanker. Kelainan prakanker atau
lesi tersebut berbentuk bercak putih pada mukosa atau lapisan dalam rongga
mulut berupa pengerasan, yang disebut leukoplakia. Umumnya, kelainan ini akan
menjadi kanker rongga mulut. Cegah Kanker lidah dengan mulut yang bersih dengan
salah satu caranya adalah rajin menyikat gigi Pengobatan diilakukan dengan
operasi, radiasi, sinar-X dan kemoterapi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Lidah adalah alat indera yang
berfungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari benda-benda yang masuk ke dalam
mulut kita. Lidah dapat merespon berbagai jenis
dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin.
Kita dapat menikmati makanan dan minuman karena adanya indra pengecap ini.
Bagian lidah yang depan berguna untuk merasakan rasa asin, bagian yang sebelah
samping untuk rasa asam, bagian tepi depan berfungsi untuk merasakan rasa manis
dan bagian lidah yang belakang untuk rasa pahit.
A.
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
Pearce, evelyn. `2009. Anatomi dan
fidiologi untuk para medis. Jakart : PT. gramedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar