Pages

analisa jurnal


ANALISA JURNAL
PENGARUH NILAI ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KEPANJEN

            Nilai organisasi sangatlah penting dalam sebuah organisasi baik pada bidang kesehatan maupun non kesehatan. Proses dari internalisasi nilai organisasi tersebut menghasilkan tiga nilai organisasi, yaitu khidmah, professional , dan kerja tim. Sehubungan dengan tujuan penelitian adalah untuk mengukur pengaruh nilai organisasi terhadap kinerja karyawan pada kelompok manajerial dan perawat dengan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross- sectional survey menggunakan data sekunder dan data primer. Sebanyak 30 total responden yang berasal dari jajaran material dan 50 responden perawat di pilih secara simple random sampling di beri kuesioner tertutup.
            Sebelum melihat hasil dari penelitian ini maka kita dapat telaah atau mengkaji apa-apa saja poin penting yang akan di bahas dalam penelitian ini. Terkait hal tersebut maka kita dapat melihat apakah nilai organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di rumah sakit Wava Husada Kepanjen. Salah satu contoh sebuah organisasi yang memiliki keunikan karena memiliki beragam profesi di dalamnya, multiteknologi dan bahkan multimasalah adalah rumah sakit. Oleh sebab itu rumah sakit sangat membutuhkan nilai-nilai dari organisasi sebagai alat pemersatu, untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan kinerja yang optimal.
            Poin terpenting dalam suatu organisasi ini adalah nilai organisasi dan kinerja, karena keduanya saling berkaitan. Kinerja karyawan yang optimal di pengaruhi oleh nilai- nilai organisasi, begitupun . Kita tahu bahwa rumah sakit adalah sebuah organisasi yang kompleks jadi membutuhkan suatu budaya untuk dapat menyatukan semua komponen di rumah sakit tersebut sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal.
Pada rumah sakit, indicator pengukuran kinerja karyawan digolongkan menjadi dua yaitu indicator kinerja umum dan indicator pekerjaan khusus. Pada indicator umum biasanya di gunakan pada managemen dan karyawan lain dan lebih bersifat umum, adapun indicator yang terdapat pada penelitian ini adalah kedisiplinan , kerja sama, kuantitas pekerjaan, prestasi kerja, kejujuran, dan kualitas pekerjaan. Sedangkan indicator kinerja khusus biasanya di gunakan untuk karyawan medis dan paramedis terkait dengan kegiatan profesinya, misalnya audit keperawatan, asuhan keperawatan.
Dampak internalisasi nilai oleh RS Wava Husada telah di evaluasi dengan pendekatan moment of truth , cline flow analisis dan kuesioner perilaku. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada pelayanan pasien maupun konsumen lainnya. Di rumah sakit, karyawan pada umumnya dibedakan menjadi staf administrative dan medis keperawatan. Kedua kelompok karyawan ini memiliki subbudaya berbeda yang dapat mempengaruhi nilai organisasi.6 Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan internalisasi nilai pada kedua kelompok profesi tersebut dan pengaruhnya terhadap kinerja masing-masing.
           
 Penelitian dilakukan di RS Wava Husada pada tahun 2010 dengan desain cross sectional survey. Variabel yang diukur meliputi internalisasi nilai dan kinerja dengan kuesioner tertutup. Kuesioner internalisasi terdiri dari 17 pertanyaan. Setelah uji validitas dan reliabilitas maka kuesioner yang digunakan sebanyak 15 pertanyaan untuk kelompok staf manajerial dan 17 pertanyaan untuk kelompok perawat dengan skala likert. Kuesioner kinerja staf manajerial diukur dengan aspek indikator umum yang terdiri dari komunikasi, disiplin, tanggung jawab, keandalan, kualitas pekerjaan dan kuantitas pekerjaan dan indikator khusus yang terdiri dari audit keperawatan, asuhan keperawatan, komunikasi, pengetahuan, ketaatan, tanggung jawab dan kerjasama untuk mengukur kinerja perawat. Instrumen penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Awases dan Nursing Board of Tasmania. Pengaruh nilai organisasi secara parsial dan simultan pada masing-masing kelompok menggunakan uji regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik (normalitas, homogenitas, linieritas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas). Secara deskriptif juga disajikan data karakteristik responden dan deskripsi variabel independen dan dependen.
Bisa kita lihat berdasarkan Jenis kelamin kelompok staf manajerial dan perawat lebih dominan perempuan (56,7% dan 80%). Pada kelompok staf manajerial, kelompok umur yang dominan berkisar antara 26-30 tahun(43,3%), sedangkan pada kelompok perawat, 74% berusia 20-25 tahun. Perawat yang bekerjadi RS Wava Husada adalah perawat lulusan baru di bidang keperawatan. Tingkat pendidikan di kelompok staf manajerial lebih bervariasi mulai dari tamatan SMA sampai pascasarjana, dengan mayoritas berpendidikan diploma. Variasi tingkat pendidikan pada staf manajerial mencerminkan kompetensi yang berbeda yang dibutuhkan jajaran manajerial. Pendidikan di kelompok perawat bersifat homogen, berasal dari lulusan diploma keperawatan.
Nilai organisasi memiliki sebaran yang berbeda pada setiap kelompok (Tabel 2). Nilai organisasi yang terdiri dari nilai khidmah, profesional dan kerja tim memiliki sebaran dan dominansi yang berbeda. Nilai rerata nilai organisasi termasuk dalam kategori baik jika >3,00. nilai organisasi pada perawat dan staf manajerial Nilai organisasi Staf manajerial Perawat Khidmah 3,95 4,17,  Profesional 4,08 3,98, Kerja tim 3,83 3,88.
Secara simultan nilai organisasi berpengaruh terhadap kinerja staf manajerial dan perawat. Asumsi dan kepercayaan dasar yang dikenal sebagai nilai organisasi dapat menghasilkan kinerja yang optimal dan bahwa nilai organisasi akan menghasilkan kualitas produk dan sistem pelayanan yang optimal. Nilai organisasi yang menjadi landasan utama budaya organisasi harus selaras dengan dengan nilai pribadi sehingga tidak ada keterpaksaan dalam pelaksanaannya. Keselarasan ini akan membangun motivasi intrinsik yang mendorong karyawan bekerja dengan lebih optimal.
Pada Tabel 3 menunjukkan nilai rerata indikator kinerja pada kelompok staf manajerial dan perawat yang bervariasi. Indikator tertinggi pada kelompok staf manajerial terletak pada indikator kinerja disiplin (3,98) dan indikator yang terendah terletak pada komunikasi (3,38). Untuk kelompok perawat, indikator tertinggi adalah pengetahuan (4,18), sedangkan yang terendah adalah audit keperawatan (3,52).
Pengujian secara simultan menunjukkan bahwa tiga nilai organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajemen dan kinerja perawat (p <0,05).Kinerja karyawan yang optimal dipengaruhi oleh nilai organisasi yang menjadi landasan budaya organisasi di sebuah organisasi khususnya rumah sakit. Analisis secara parsial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan nilai khidmah terhadap kinerja karyawan staf manajerial dan perawat. Nilai khidmah berasal dari bahasa Arab yang berarti rasa, emosi dan keikhlasan. Hasil penelitian sesuai dengan teori menyatakan bahwa rasa atau emosi setiap individu akan mempengaruhi pelayanan yang diberikan oleh individu kepada kliennya. Jika individu dapat mengontrol dengan baik emosi/rasa yang di-sebaliknya. Jenis emosi yang sering mengganggu seseorang dalam melakukan pelayanan terbaik adalah; (1) marah merupakan sifat atau reaksi tidak terkendali untuk menyatakan tidak suka dan tidak setuju; (2) Narsisme merupakan mencintai diri sendiri melebihi apa pun dan selalu pamrih dalam melakukan sesuatu; (3) egois merupakan sikap selalu mendahulukan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan orang lain; (4) Angkuh merupakan sikap selalu meremehkan orang lain (5) kasar sikap yang menimbulkan gerakan tubuh tidak menyenangkan dan dalam pikirannya selalu ingin melakukan pembalasan. Hasil analisis parsial nilai profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan staf manajerial dan perawat. Profesional merupakan kemampuan, keahlian atau keterampilan seseorang di bidang tertentu yang ditekuninya sedemikian rupa dalam jangka waktu tertentu yang relatif lama sehingga hasil kerjanya bernilai tinggi dan diakui serta diterima masyarakat. Nilai kerja tim secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja staf manajerial tetapi nilai kerja timberpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Kerja tim adalah keinginan seseorang dalam menjelaskan apa yang diinginkan, kemampuan menjadi pendengar yang baik, mengesampingkan ketakutan, tidak berasumsi bahwa jika seseorang kalah, yang lain pasti menang. Secara simultan atau keseluruhan nilai organisasi (khidmah, profesional dan kerja tim) mempengaruhi kinerja staf manajerial dan perawat. Nilai organisasi sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan baik medis maupun non medis. Sedangkan secara parsial pada kelompok staf manajerial nilai yang paling dominan berpengaruh adalah nilai khidmah. Pada kelompok perawat nilai khidmah dan nilai kerja tim berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Secara garis besar nilai khidmah adalah nilai yang paling berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan RS Wava Husada.
Hasil evaluasi tentang complain yang didapatkan. Pengambilan keputusan untuk menangani keluhan harus lebih cepat, menggunakan daftar hadir dengan sidik jari sehingga dapa dilihat tingkat kehadiran setiap karyawan untuk penentuan sistem reward dan punishment, melakukan audit keperawatan dengan baik, melakukan sistem penerimaan pegawai dengan memperhatikan umur minimal, meningkatkan nilai khidmah salah satunya melakukan pengajian rutin yang melibatkan semua karyawan, lebih menekankan pada penelitian tentang nilai organisasi kelompok profesi daripada golongan pribadi dan penelitian yang akan dating.
                                                         

yayan nurlian

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar