PENULARAN
Proses
askariasis pada manusia dapat dilihat dari siklus hidup cacing.telur yang
dikeluarkan oleh cacing melalui tinja.
1.
Dalam
lingkungan yang sesuai akan berkembang menjadi embrio menjadi larva yang
infektif di dalam telur.
2.
Apabila
karena sesuatu sebab telur itu tertelan oleh manusia
3.
Di
dalam usus larva akan menetas
4.
Keluar
dan menembus dinding usus halus menuju ke system peredaran darah
5.
Trakea,faring,dan
tertelan masuk ke esophagus
6.
Hingga
sampai ke usus halus.larva menjadi besar dewasa di usus halus
7.
Perjalanan
siklus hidup cacing iniberlangsung selama 65-70 hari
GEJALA DAN TANDA
Hanya
sebagian kecil penderita yang menunjukan gejala klinis, sebagian besar
asimtomatis.gejala yang muncul biasanya disebabkan oleh migrasi larva dan
cacing dewasa. Paru merupakan organ yang dilalui cacing pada siklus
hidupnya,maka keluhan klinis sering berasal dari organ tersebut.gejala penyakit
berkisar dari yang ringan berupa batuk dan berat seperti sesak napas.gejala
yang disebabkan cacing dewasa dapat bervariasi mulai dari penyumbatan lumen
usus karena banyaknya cacing, kemudian cacing berjalan kejaringan hati., sampai
muntah cacing yang bias menyumbat saluran napas.
PENGOBATAN
1.
Pirantel
pamoat, , dosis tunggal 10 mg/kg BB
2.
Mebendazol
100 mg , 2 kali sehari selama 3 hari
3.
Albendazol
( anak > 2 tahun ) 400 mg ( 2 tablet ) dosis tunggal.
PENCEGAHAN
Karena
pintu utama penularan adalah masuknya telur cacing yang termakan oleh
manusia.,maka program utama adalah perbaikan perilaku yang berupa kebiasaan
mencuci tangan,menjaga kebersihan pribadi,menggunakan alas kaki, tidk
menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman tanaman sayuran, dan perbaikan sanitasi
lingkungan terutamajamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan. Pengobatan
missal biasanya berhasil dengan mempertimbangan kemungkinan
kekambuhan.pengalaman survey pada tahun 1973 di Belawan , sumut
melaporkanprevalensi askariasis pada anak yang awalnya sebesar 85 % turun
menjadi 10 % karena pengobatan missal. Tiga bulan kemudian angka pravalensi
meningkat lagi bahkan menjadi 100% hal ini ternyata disebabkan oleh penyebaran
telur oleh cacing yang tiga bulan sebelumnya berhasil dikeluarkan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar